Fungsi Sistem Operasi

Teknozone.ID – Berbicara seputar fungsi sistem operasi, seberapa banyak dari kita yang memang memahami tentang peran sistem operasi pada sebuah komputer?

Well, secara mudahnya, sistem operasi adalah jembatan antara aplikasi software dan hardware.

Apakah hanya itu? coba kita ulas kembali, apa saja fungsi utama sistem operasi

 

3 Fungsi Utama Sistem Operasi

fungsi utama sistem operasi
ilustrasi hubungan os dengan ui dan hardware (dengan bios)

Sistem operasi sendiri bisa dikatakan kumpulan dari program-program yang dijadikan satu, tetapi user tetap bisa menggunakan sistem operasi secara layak dan nyaman.

Sebuah sistem operasi, memiliki 3 fungsi utama, yaitu untuk mengelola resource, mengatur user interface dan juga menyediakan layanan untuk aplikasi software, berikut penjelasannya.

1. Mengelola resource komputer

Resource komputer meliputi CPU, Memory, disk drive (USB, HDD, SSD, dll.) dan juga perangkat tambahan yang mungkin digunakan, seperti printer scanner dan lainnya.

2. Menentukan user interface

Kebanyakan aktivitas dari sistem operasi dilakukan saat user sedang beraktivitas pula (background process).

Itulah kenapa ketika kita membuka folder, file, koneksi ke internet, mencetak dokumen bisa dilakukan dengan mudah.

Contohnya, ketika kalian membaca artikel ini, banyak aplikasi berjalan seperti jam, kalender, dan program lain yang tetap berjalan dan memberikan notifikasi.

3. Menyediakan & menjalankan service untuk software

Meskipun terlihat plug-n-play, tak semua perangkat dan software bisa berjalan dengan mulus tanpa adanya service.

Misalnya, service print spooler yang membantu kalian untuk mencetak dokumen, dan menjadi solusi ketika printer macet.

Tetapi, meskipun aktivitas ini dilakukan di belakang layar, kalian tetap bisa merasakan komputer bekerja karena CPU terus beraktivitas.

Saat ini, ada 3 sistem operasi yang banyak digunakan, yaitu Microsoft Windows, MacOS dan beberapa Distro Linux. Penasaran? cek di artikel macam macam Windows ini.

 

9 Fungsi Penting Sistem Operasi

fungsi penting sistem operasi
ilustrasi hubungan OS, Driver, BIOS dan Hardware

Dari 3 hal di atas, fungsi OS dibagi lagi menjadi beberapa macam dan masing-masing bagiannya memiliki istilah dan pengertiannya sendiri.

Berikut 9 macam fungsi OS beserta penjelasannya:

1. Fungsi Keamanan

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa OS memiliki fitur yang mengizinkan penggunanya untuk memberikan password untuk melindungi data mereka.

Selain itu, fitur keamanan ini juga membantu pengguna untuk mencegah adanya penyusup yang mengakses data mereka.

2. Fungsi Pengawasan

Sistem operasi juga memiliki fungsi untuk mengawasi performa untuk menjaga kesehatan sistem.

Dengan adanya fitur ini, performa sistem operasi akan tetap maksimal meskipun mengalami beberapa kendala yang umum.

3. Fungsi Perhitungan

Tentunya tak perlu dijelaskan telalu panjang tentang hal ini. Komputer pada awalnya memang diciptakan untuk menyelesaikan perhitungan yang musathil.

Mungkin saat ini komputer kalian sedang melakukan perhitungan dan pembacaan data binary selagi kalian beraktivitas, menekan tombol keyboard, dan menggeser mouse.

4. Fungsi Deteksi Error

Pernah mengalami blue screen? atau komputer yang selalu restart dengan sendirinya? startup repair berulang-ulang? itulah satu dari sekian banyak cara OS mendeteksi error.

5. Fungsi Mediator Software dan User

Pernahkah kalian melihat tampilan DOS? semuanya berupa command dan keliatannya terlalu rumit, dan memang begitu nyatanya.

Dengan adanya OS, pengguna bisa lebih mudah, nyaman dan tak mudah bosan saat menggunakan komputer.

6. Fungsi Mengatur Memory

Memory disini maksudnya adalah RAM, random access memory. Memory ini bersifat sementara, cepat dan sangat tersusun rapi. Tentunya aktivitasnya dibantu dengan OS.

Saat program dieksekusi, ia akan di-load pertama kali di main memory selanjutnya tugas OS lah untuk mengatur aktivitas perpindahannya.

7. Fungsi Mengatur Processor

Jika kalian menggunakan CPU dengan core lebih dari satu, bisa dibilang komputer tersebut termasuk jenis multi-programming environment.

Sistem operasi akan menentukan berapa banyak akses prosesor, waktu yang dibutuhkan dan kapan prosesor berhenti mengerjakan program tersebut.

8. Fungsi Mengatur Device

Saat mencolokkan hard drive, usb atau perangkat lainnya, OS akan langsung mendeteksi perangkat apa tersebut, membaca dan mengsintall diver yang dibutuhkan.

Sebuah file yang masuk ke storage masih ada kemungkinan bisa dikembalikan selama tidak dilakukan HDD low level format.

Jika OS tidak memiliki fungsi ini, bisa jadi ketika kita mencolokkan perangkat, tak terjadi apa apa.

9. Fungsi Mengatur File

File management pada OS bisa dilakukan dengan bantuan dari user, saat kalian memindahkan file dari partisi A ke B, memangnya siapa lagi yang memindahkan jika bukan bantuan dari OS?

Beberapa fungsi di atas memang ada dan menjadi fitur bawaan dari Sistem Operasi, terlepas dari jenis, merk dan apapun macamnya.

Tetapi, beberapa sistem operasi mungkin memiliki fungsi yang “sedikit” berbeda.

 

Ilustrasi Cara Sistem Operasi Bekerja

ilustrasi gambar cara kerja sistem operasi
ilustrasi cara kerja sistem operasi

Ada beberapa kategori saat sistem operasi memulai pekerjaannya, yaitu:

  1. Processor management
  2. Memory management
  3. Device management
  4. Storage management
  5. Application interface
  6. User interface

Tetapi, bisa jadi tahapan prosesnya bisa lebih atau kurang dari 6 tahap di atas, yang jelas prosesnya berurutan dan sistematis.

  • Pertama, sistem operasi akan mengontrol dan menjadwalkan aplikasi yang akan dieksekusi oleh processor.
  • Kedua, informasi yang dibutuhkan akan ditentukan arah prosesnya, dan disimpan dalam sebuah paket data bernama process control block.
  • Ketiga, informasi program tadi masuk ke dalam memory dengan syarat memory-nya tersedia.
  • Keempat, proses perpindahan informasi berjalan melalui jalur, jalur ini dibantu dengan yang namanya driver.
  • Kelima, informasi yang berputar ini dimanfaatkan oleh API yang memungkinkan program untuk menggunakan fungsi komputer & sistem.
  • Keenam, hasil dari olahan informasi tersebut akan ditampilkan dengan menggunakan resource yang tersedia pada komputer.

Di tahap User Interface, artinya kalian sudah bisa melihat hasil prosesnya melalui perangkat output.

Saat artikel ini dibuat, ada 2 macam Graphic User Interface yang banyak digunakan, yaitu Microsoft Windows & Apple Macintosh

Sumber artikel ini: geeksforgeeks.org, uri.edu, howstuffworks.com

Leave a Comment